MAKALAH PENGELOLAAN BERKELANJUTAN DI KALIMANTAN SELATAN
Disusun
oleh:
Rizky
Maulana A1A513088
Dosen
pengampu :
Ellyn
Normelani, M.Pd
Slamet
Riyadi, M.Pd
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017
DAFTAR
ISI
Daftar
isi.................................................................................................... i
BAB
I PENDAHULUAN
1.1.Latar
belakang.......................................................................
1.2.Rumusan
masalah..................................................................
1.3.Tujuan
...................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui........................................................................................................
2.2
Jenis-Jenis Sumber
Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui...........................
2.3 Kerusakan
Sumber Daya Alam......................................................................
2.4 Pemanfaatan
dan Pengelolaan Sumber Daya Alam diKalimantan Selatan....
BAB
III PENUTUP
3.1. Kesimpulan...........................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut
Katili (1983) mengemukakan bahwa sumber daya alam adalah semua unsur tata
lingkungan biofisik yang nyata atau potensial dapat memenuhi kebutuhan
manusia.
Menurut Undang-undang No. 4 Tahun 1982 Pasal (5) menyebutkan:
“sumber daya alam adalah unsure lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya
manusia, sumber daya hayati, sumber daya non hayati, dan sumber daya buatan”.
Sumber daya alam pada umumnya saling
berhubungan dengan sumber daya manusia, Sumber daya alam tidak akan bermanfaat
jika tidak diolah dan gunakan oleh manusia. Tetapi manusia sering melakukan
ekploetasi secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketersediaan sumber daya
alam abiotik jumlahnya setiap tahun semakin berkurang.
Pengelolaan
sumber daya alam berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya alam yang dapat
menjamin terpenuhinya kebutuhan manusia atau penduduk saat ini tanpa mengurangi
potensinya untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa mendatang.
Pengelolaan sumber daya alam
berkelanjutan harus memerhatikan halhal sebagai berikut.
a. Pemenuhan kebutuhan penduduk saat
ini tidak mengorbankan kebutuhan penduduk di masa mendatang.
b. Tidak melampaui daya dukung
lingkungan (ekosistem).
c. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber
daya alam dengan menyelaraskan kebutuhan manusia dan kemampuan mengolah dengan
ketersediaan sumber daya alam.
Sumber daya alam
dapat berkelanjutan jika sumber daya alam yang dikelola tergolong sumber daya
alam yang dapat diperbarui. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak
tergolong pada sumber daya yang berkelanjutan karena pada periode tertentu
sumber daya tersebut akan habis. Sumber daya alam yang akan habis hanya dapat
dihemat dalam penggunaannya sehingga dapat memperpanjang umur kegunaan dari
sumber daya tersebut.
Pemanfaatan
sumber daya alam yang berkelanjutan pertimbangannya tidak hanya pada aspek
ekonomi dan kesejahteraan petani, melainkan mencakup kelestarian sumber daya
alam dan hubungannya dengan lingkungan yang terdapat di sekitarnya.
1.2
Rumusan masalah
1. Bagaimana
pengelolaan berkelanjutan hutan di Kalimantan Selatan?
2. Bagaimana
pengelolaan berkelanjutan pantai di Kalimantan Selatan?
3. Bagaimana
pengelolaan berkelanjutan flora dan fauna di Kalimantan Selatan?
4. Bagaimana
pengelolaan berkelanjutan pertambangan di Kalimantan Selatan?
5. Apa
yang dimaksud dengan sumber daya alam yang dapat diperbaharuai ?
6. Apa
yang dimaksud dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ?
1.3
Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengelolaan berkelanjutan hutan di Kalimantan Selatan.
2. Untuk
mengetahui pengelolaan berkelanjutan pantai di Kalimantan Selatan.
3. Untuk
mengetahui pengelolaan berkelanjutan flora dan fauna di Kalimantan Selatan.
4. Untuk
mengetahui pengelolaan berkelanjutan pertambangan di Kalimantan Selatan.
5. Mengetahui
pengertian sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
6. Mengetahui
sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sumber
Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui
Sumber
daya alam yang dapat diperbahrui adalah segala sesuatu yang terdapat di alam
yang dapat dimanfaatkan baik untuk manusia ataupun hewan . Jenis sember daya alam ini memiliki
karakteristik antara lain sebagai berikut :
1.
Dapat digantikan
dengan yang baru
2.
Berupan Sumber Day
Alam biotik ( hidup) sehingga dapat berkembang biak
3.
Berasal dari tumbuhan
atau sering disebut sumber daya alam nabati
Sumber
daya alam yang dapat di perbaharui atau dilestarikan adalah sumberdaya alam
yang dapat di adakan kembali oleh manusia atau secara alami. Sumberdaya alam
tersebut tidak terbatas jumlahnya. Sumber daya alam yang dapat
di perbaharui terdiri atas sumber daya alam tanah, air, tumbuhan, dan
hewan.
2.2
Jenis-Jenis
Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui
1. Menurut
Sumbernya
a. Sumber
daya alan biotik yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup
misalnya seperti : Kayu, ikan, batu bara, minyak bumi, dan marmer.
b. Sumber
daya alam abiotik yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk tak hidup
misalnya seperti : timah, besi nikel, emas, perak, dan lain sebagainya.
2. Menurut
Persebarannya
a. Sumber
daya alam yang ada dimana-mana yaitu sinar matahari, air, udara, areal
pertanian, dan hutan.
b. Sumber
daya alam hanya ditemukan di daerah tertentu, contohnya seperti pertambangan
minyak, batu bara, emas intan, kapur, garam.
3. Menurut
Tujuannya
a. Sumber
daya alam bahan industri contohnya seperti tanah liat, kaolin dan belerang
b. Sumber
daya alam bahan pangan contohnya seperti padi, jagung, kedelai, buah-buahan,
dll
c. Sumber
daya alam bahan sandang contohnya seperti sutra dan kapas, tujuannya yaitu
sebagai bahan baku pembuatan pakainan
4. Sumber
Daya Alam Menurut Kemungkinan Pemulihannya
a. Sumber
daya alam yang selalu tersedia yaitu sinar matahari dan udara
b. Sumber
daya alam yang dapat diperbaharui seperti hutan dan sumber daya hewan
c. Sumber
daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang hanya
dapat digunakan satu kali contohnya seperti minyak bumi, batu bara, gas, intan,
emas dll.
5. Sumber
Daya Alam Menurut Sifatnya
a. Sumber
daya alam fisik (anorganik) adalah sumber daya alam yang berupa benda mati
seperti tanah, udara, batuan.
b. Sumber
daya alam hayati (organik) adalah sumber daya alam yang berupa benda hidup
seperti hewan dan tumbuhan
6. Sumber
Daya Alam Menurut Lokasinya
a. Sumber
daya alam teresrtial yaitu sumber daya alam yang berasal dari daratan
b. Sumber
daya alam akuatik yaitu sumber daya alam yang berasal dari wilayah perairan,
danau, waduk, sungai, dan laut.
c. Sumber
daya alam abstrak adalah sumber daya alam yang tidak bisa diraba yaitu seperti
energi panas bumi, sinar matahari, udara
7. Sumber
Daya Alam Menurut Wujudnya
a. Sumber
daya alam konkrit yaitu jenis sumber daya alam yang dapat dilihat, diraba, dan
dirasakan secara langsung dengan menggunakan alat panca indra
b. Sumber
daya alam abstrak yaitu jenis sumber daya alam yang tidak dapat dilihat dan
diraba secara langsung tetapi hanya dibisa dinikmati
8. Sumber
Daya Alam Menurut Nilai Kegunaanya
a. Sumber
daya alam ekonomis adalah jenis sumber daya alam yang memiliki nilai jual
contohnya seperti padi, daging sapi, emas, minyak bumi, tanah dll.
b. Sumber
daya alam non ekonomis adalah jenis sumber daya yang tidak memiliki nilai jual
contohnya seperti sinar matahari, udara
2.3
Kerusakan
Sumber Daya Alam
Banyak Sumber daya alam yang tersedia di bumi kita ini ,
berbagai macam sumberdaya alam yang digunakan untuk keperluan manusia memenuhi
kebutuhan hidupnya. Bumi kita kaya akan dengan sumber daya alam baik yang biotik
ataupun abiotik, tetapi banyak sumber daya alam yang kita miliki sudah terancam
mengalami kerusakan bahkan hampir habis. Kerusakan Sumber daya alam ada juga
yang karena ulah manusia sendiri dan ada juga yang Alami (dari alam sendiri) .
Karena kebutuhan manusia yang semakin meningkat banyak dari mereka yang
menyalah gunakan sumber daya alam di bumi ini untuk kepentingan mereka sendiri
dengan melakukan beberapa kegiatan yang merusak lingkungan Sumberdaya Alam
seperti membakar hutan, menebang hutan secara liar, dll. Banyak lagi kerusakan
pada Sumberdaya Alam yang diakibakan oleh alam sendiri atau manusia , berikut
sedikit contoh kerusakan yang terjadi di kalimantan selatan :
1. Kerusakan
hutan
Berdasarkan
laporan dari balai konservasi hutan kalimantan selatan terdapat 25% dari luas
hutan di kamantan selatan mengalami kerusakan, semuanya diakibatkan oleh
masyarakat ataupun perusahaan yang secara sengaja melakukan pembakaran hutan
untuk membuka lahan baik lahan pertanian, perikanan, perkebunan bahkan
peternakan. Perkebutan kelapa sawit menduduki urutan pertama sebagai penyebab
kerusakan hutan di kalimantan selatan. Saat ini perkebunan kelapa sawit sudah
memasuki di beberapa daerah seperti Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito
Kuala, Kabupatin Tapi, Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Foto
pembarakan hutan untuk membuka lahan perkebunan sawit
2. Kerusakan
Laut dan Pantai
Kondisi
memprihatinkan terjadi di kawasan pesisir Kalimantan Selatan. Laju degradasi
lingkungan pesisir telah berlangsung relatif cepat dan dirasakan dampaknya
antara lain tergusurnya permukiman, kebun dan tambak serta kerusakan bahu jalan
propinsi antar kabupaten oleh abrasi pantai yang meliputi hampir seluruh
wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Fakta hasil penelitian terdahulu
(Iriadenta, 2001, Arifin, dkk. 2006) menunjukkan bahwa kerusakan vegetasi
pesisir khususnya mangrove yang paling parah umumnya ditemukan di sekitar muara
sungai pesisir Kalimantan Selatan.
Seluas 530 dari
13.330 hektare terumbu karang di pesisir laut kalimantan selatan rusak paah
akibat sedimentasi dan pencurian tongkang batu bara di laut. Kepala Bidang
Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan Rahmadi Kurdi di Banjarmasin , Senin
(30/11), mengatakan dari penelitian yang mereka lakukan bekerja sama dengan
Dinas Perikanan dan Kelautan, menemukan ratusan hektare terumbu karang
mati akibat tertutup dengan batu bara.
“Kawasan terumbu karang Bunati kini kondisinya semakin memprihatinkan, karena
banyak yang mati akibat sedementasi dan tertutup batu bara,” Katanya. Selain di
Buati , sebagian besar terumbu karang yang berada di pesisir laut Batulicin dan
Tanah Laut juga sangat memprihatinkan, banyak yang rusak dan mati. Hal tersebut
terjadi akibat sedemintasi atau penumpukan pasir yang dibawa oleh arus sungai
yang masuk ke laut.
Foto kondisi terumbu karang di kalimantan selatan
3. Kerusakan
Flora dan Fauna
Kondisi Flora dan Fauna di
Kalimantan Selatan jumlahnya semakin sedikit, hal ini disebabkan oleh aktivitas
ekploitasi manusia terhadap flora dan fauna serta pembukaan lahan pertanian dan
perkebunan sawit di Kalmantan Selatanyang mengancam keselamatan berbagai macam
jenis flora dan fauna yang ada di Kalimantan Selatan. Dibawah ini adalah daftar
nama flora dan fauna di Kalimantan Selatan
jumlahnya sudah semakin sedikit.
a. Bekantan
b. Kera
abu-abu
c. Elang
d. Beruang
Madu
e. Binjangan
Pelaihari
f. Owa-owa
g. Elang
Raja Udang
h. Cabakak
i.
Rusa Sambar
j.
Anggrek
k. Mangga
Kasturi
Foto mangga kasturi
4. Kerusakan
Pertambangan
Kalimantan selatan adalah salah satu provinsi yang kaya
dengan sumber daya alam berupa tambang, akan tetapi kekayaan alam tersebut
sering dimanfaatkan sebagian kecil orang untuk memperkaya diri dengan membuka
lahan pertambangan baik secara legal ataupun ilegal. Saat ini banyak terdapat
perusahaan pertambangan di Kalimantan selatan dari skala besar, menengah hingga
kecil. Dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas pertambangan antara lain
terjadinya banjir kiriman diberapa daerah di kalimantan selatan terutama untuk
wilayah dengan topografi rendah seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten
ini adalah salah satu dari bebarapa kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan
yang paling sering menerima banjir kiriman dari daerah hulu sungai tepatnya di
Kabupaten Tabalong. Dampak banjir sangat berpengaruh besar terhapap kondisi
sosial dan ekonomi warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Banjir dapat
menyebabkan para petani gagal panen dan menderita kerugian secara material,
selain itu juga banjir berpengaruh terhadap pendidikan dan kesehatan warganya.
Kondisi
hutan akibat pertambangan batu bara
2.4
Pemanfaatan
dan Pengelolaan Sumber Daya Alam diKalimantan Selatan
a)
Pemanfaatan dan pengelolaan hutan di kalimantan selatan
sampai tahun 2013, beberapa model pengelolaan hutan di
Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut:
1.
Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) Pengelolaan hutan produksi di
Kalimantan Selatan sebagian besar dilaksanakan oleh pemegang izin dalam bentuk
Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). IUPHHK untuk Hutan Alam
seluruhnya sebanyak 5 unit seluas 246.934 ha, dimana 3 unit seluas 106.414 ha
terletak di Kabupaten Tabalong, 1 unit seluas 99.570 ha di Kabupaten Tanah
Bumbu dan 1 unit seluas 40.950 ha terletak di Kabupaten Kotabaru.
2. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan
Tanaman (IUPHHK-HT) IUPHHK Hutan Tanaman seluruhnya berjumlah 14 unit
seluas 512.660 ha, dengan rincian 1 unit di Kabupaten Tanah Laut, 2 unit
masing-masing di Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu dan Kotabaru, 4 unit di
Kabupaten Tabalong dan 3 unit lintas Kabupaten.
3. Hutan
Tanam Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan sudah dicanangkan seluas 29.578
hektare.
b) Prinsip-Prinsip
Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu
1. Integrasi
Perencanaan Sektor Secara Horisontal
Integrasi perencanaan
horisontal, mengintegrasikan perencanaan dari Sektor Pertanian dan Konservasi
yang berada di DAS hulu, Sektor Perikanan baik budidaya tambak udang dan ikan
maupun perikanan tangkap, Pariwisata alam dan bahari, Perhubungan Laut,
Industri Maritim, Pertambangan Lepas Pantai, Konservasi Laut, dan
Pengembangan Kota.
2.
Integrasi Perencanaan Secara Vertikal
Integrasi Perencanaan
Vertikal meliputi integrasi kebijakan operasional dan perencanaan mulai dari
tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kodya, Propinsi, sampai Nasional.
3.
Integrasi antara ekosistem terestrial dengan marine.
Perencanaan pengelolaan
wilayah pesisir terpadu, menggunakan pendekatan batas-batas ekologis, dengan
menempatkan Daerah Aliran Sungai sebagai basis perencanaan. Sehingga dampak
dari kegiatan pertanian dan industri serta pembangunan perkotaan di DAS hulu
perlu diperhitungkan.
4. Integrasi antara
Sains dan Manajemen
Perencanaan pengelolaan
wilayah pesisir terpadu, perlu didasarkan pada input sain yang memberikan
berbagai alternative rekomendasi bagi pengambilan keputusan yang relevan sesuai
dengan kondisi karakteristik yang sosial-ekonomi budaya dan biogeofisik
lingkungannya.
5.
Integrasi antara negara
Pada wilayah pesisir di
perbatasan antar negara perlu di integrasikan kebijakan masing-masing negara,
seperti di Selat Malaka.
c)
Pemanfatan dan
pengelolaan flora dan fauna di kalimantan selatan
Usaha yang telah dilakukan pemerintah
kalimantan slatan untuk menjaga dan melestarikan flora dan fauna di Kalimantan
Selatan adalah dengan membuat hutan konservasi yang terbagi menjadi dua yaitu
kawasan hutan suaka alam ( KSA) dan kawasan hutan pelestarian alam (KPA). Salah
satu pelestarian flora dan fauna yang ada di kalimantan selatan adalah cagar
alam pulau kaget di provinsi kalimantan selatan yang bertujuan melindungi dan
melestarikan bekantan.
d) Pemanfaatan
dan pengelolaan pertambangan di Kalimantan Selatan
Kalimantan selatan banyak memiliki
sumber daya alam berupa tambang, yang paling terkenal di kalimantan selatan
adalah pertambangan intan dan batu bara. Intan dimanfaatakan masyarakat sebagai
perhiasan dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi kemudian batu bara
dimanfaatkan sebagai bahan baku energi untuk pembangkit listrik. Tetapi
ketersedian bahan tambang sekarang mulai sedikit akibat eksploitasi secara
terus menerus baik oleh perusahaan ataupun masyarakat. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana pengelolaan
pertambangan dengan sebaik-bainya agar tidak cepat habis.
Upaya yang dapat dilakukan
1. Pencabutan
izin tambang iligal
2. Membuat
peraturan tentang pertambangan
3. Memberi
sanksi yang tegas bagi pelaku tambang yang tidak memperhatikan kelestarian
lingkungan
4. Tidak
memberi izin baru untuk perusahaan pertambangan yang ingin berinvestasi di
daerah terutama untuk Kalimantan Selatan
5. Melakukan
razia rutin terhadap pelaku pertambangan
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Di Kalimantan Selatan
memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah, oleh karena itu sumber daya
alam haruslah digunakan dengan sangat bijak apabila tidak digunakan secara baik
dan benar sumber daya alam itu akan habis, selain itu pemanfaatan dan pengelolaannya
harus tepat agar tidak terjadi atau menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan dan masyarakat.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar