Mengenai Saya

Foto saya
Drink coffee, work hard, have fun, no drama

David cook - Always Be My Baby

Kamis, 12 Januari 2017

TUGAS FINAL TEST PENDIDIKAN SUMBER DAYA ALAM



MAKALAH PENGELOLAAN BERKELANJUTAN DI KALIMANTAN SELATAN






Disusun oleh:
Rizky Maulana            A1A513088

Dosen pengampu :
Ellyn Normelani, M.Pd
Slamet Riyadi, M.Pd


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2017



DAFTAR ISI
Daftar isi.................................................................................................... i

BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang.......................................................................
1.2.Rumusan masalah..................................................................
1.3.Tujuan ...................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui........................................................................................................
2.2  Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui...........................
2.3  Kerusakan Sumber Daya Alam......................................................................
2.4  Pemanfaatan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam diKalimantan Selatan....

BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan...........................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menurut Katili (1983) mengemukakan bahwa sumber daya alam adalah semua unsur tata lingkungan biofisik yang nyata atau potensial dapat memenuhi kebutuhan manusia.   
Menurut Undang-undang No. 4 Tahun 1982 Pasal (5) menyebutkan: “sumber daya alam adalah unsure lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya hayati, sumber daya non hayati, dan sumber daya buatan”.
            Sumber daya alam pada umumnya saling berhubungan dengan sumber daya manusia, Sumber daya alam tidak akan bermanfaat jika tidak diolah dan gunakan oleh manusia. Tetapi manusia sering melakukan ekploetasi secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketersediaan sumber daya alam abiotik jumlahnya setiap tahun semakin berkurang.
Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya alam yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan manusia atau penduduk saat ini tanpa mengurangi potensinya untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa mendatang.
Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan harus memerhatikan halhal sebagai berikut.
a. Pemenuhan kebutuhan penduduk saat ini tidak mengorbankan kebutuhan penduduk di masa mendatang.
b. Tidak melampaui daya dukung lingkungan (ekosistem).
c. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dengan menyelaraskan kebutuhan manusia dan kemampuan mengolah dengan ketersediaan sumber daya alam.

Sumber daya alam dapat berkelanjutan jika sumber daya alam yang dikelola tergolong sumber daya alam yang dapat diperbarui. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak tergolong pada sumber daya yang berkelanjutan karena pada periode tertentu sumber daya tersebut akan habis. Sumber daya alam yang akan habis hanya dapat dihemat dalam penggunaannya sehingga dapat memperpanjang umur kegunaan dari sumber daya tersebut.

Pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan pertimbangannya tidak hanya pada aspek ekonomi dan kesejahteraan petani, melainkan mencakup kelestarian sumber daya alam dan hubungannya dengan lingkungan yang terdapat di sekitarnya.


1.2 Rumusan masalah
1.      Bagaimana pengelolaan berkelanjutan hutan di Kalimantan Selatan?
2.      Bagaimana pengelolaan berkelanjutan pantai di Kalimantan Selatan?
3.      Bagaimana pengelolaan berkelanjutan flora dan fauna di Kalimantan Selatan?
4.      Bagaimana pengelolaan berkelanjutan pertambangan di Kalimantan Selatan?
5.      Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam yang dapat diperbaharuai ?
6.      Apa yang dimaksud dengan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ?


1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengelolaan berkelanjutan hutan di Kalimantan Selatan.
2.      Untuk mengetahui pengelolaan berkelanjutan pantai di Kalimantan Selatan.
3.      Untuk mengetahui pengelolaan berkelanjutan flora dan fauna di Kalimantan Selatan.
4.      Untuk mengetahui pengelolaan berkelanjutan pertambangan di Kalimantan Selatan.
5.      Mengetahui pengertian sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
6.      Mengetahui sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbahrui adalah segala sesuatu yang terdapat di alam yang dapat dimanfaatkan baik untuk manusia ataupun hewan .  Jenis sember daya alam ini memiliki karakteristik antara lain sebagai berikut :
1.        Dapat digantikan dengan yang baru
2.        Berupan Sumber Day Alam biotik ( hidup) sehingga dapat berkembang biak
3.        Berasal dari tumbuhan atau sering disebut sumber daya alam nabati
Sumber daya alam yang dapat di perbaharui atau dilestarikan adalah sumberdaya alam yang dapat di adakan kembali oleh manusia atau secara alami. Sumberdaya alam tersebut tidak terbatas jumlahnya. Sumber daya alam yang dapat di perbaharui terdiri atas sumber daya alam tanah, air, tumbuhan, dan hewan.
2.2  Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui
1.      Menurut Sumbernya
a.       Sumber daya alan biotik yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup misalnya seperti : Kayu, ikan, batu bara, minyak bumi, dan marmer.
b.      Sumber daya alam abiotik yaitu sumber daya alam yang berasal dari makhluk tak hidup misalnya seperti : timah, besi nikel, emas, perak, dan lain sebagainya.
2.      Menurut Persebarannya
a.       Sumber daya alam yang ada dimana-mana yaitu sinar matahari, air, udara, areal pertanian, dan hutan.
b.      Sumber daya alam hanya ditemukan di daerah tertentu, contohnya seperti pertambangan minyak, batu bara, emas intan, kapur, garam.



3.      Menurut Tujuannya
a.       Sumber daya alam bahan industri contohnya seperti tanah liat, kaolin dan belerang
b.      Sumber daya alam bahan pangan contohnya seperti padi, jagung, kedelai, buah-buahan, dll
c.       Sumber daya alam bahan sandang contohnya seperti sutra dan kapas, tujuannya yaitu sebagai bahan baku pembuatan pakainan
4.      Sumber Daya Alam Menurut Kemungkinan Pemulihannya
a.       Sumber daya alam yang selalu tersedia yaitu sinar matahari dan udara
b.      Sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti hutan dan sumber daya hewan
c.       Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang hanya dapat digunakan satu kali contohnya seperti minyak bumi, batu bara, gas, intan, emas dll.
5.      Sumber Daya Alam Menurut Sifatnya
a.       Sumber daya alam fisik (anorganik) adalah sumber daya alam yang berupa benda mati seperti tanah, udara, batuan.
b.      Sumber daya alam hayati (organik) adalah sumber daya alam yang berupa benda hidup seperti hewan dan tumbuhan
6.      Sumber Daya Alam Menurut Lokasinya
a.       Sumber daya alam teresrtial yaitu sumber daya alam yang berasal dari daratan
b.      Sumber daya alam akuatik yaitu sumber daya alam yang berasal dari wilayah perairan, danau, waduk, sungai, dan laut.
c.       Sumber daya alam abstrak adalah sumber daya alam yang tidak bisa diraba yaitu seperti energi panas bumi, sinar matahari, udara

7.      Sumber Daya Alam Menurut Wujudnya
a.       Sumber daya alam konkrit yaitu jenis sumber daya alam yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan secara langsung dengan menggunakan alat panca indra
b.      Sumber daya alam abstrak yaitu jenis sumber daya alam yang tidak dapat dilihat dan diraba secara langsung tetapi hanya dibisa dinikmati
8.      Sumber Daya Alam Menurut Nilai Kegunaanya
a.       Sumber daya alam ekonomis adalah jenis sumber daya alam yang memiliki nilai jual contohnya seperti padi, daging sapi, emas, minyak bumi, tanah dll.
b.      Sumber daya alam non ekonomis adalah jenis sumber daya yang tidak memiliki nilai jual contohnya seperti sinar matahari, udara

2.3  Kerusakan Sumber Daya Alam
Banyak Sumber daya alam yang tersedia di bumi kita ini , berbagai macam sumberdaya alam yang digunakan untuk keperluan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Bumi kita kaya akan dengan sumber daya alam baik yang biotik ataupun abiotik, tetapi banyak sumber daya alam yang kita miliki sudah terancam mengalami kerusakan bahkan hampir habis. Kerusakan Sumber daya alam ada juga yang karena ulah manusia sendiri dan ada juga yang Alami (dari alam sendiri) . Karena kebutuhan manusia yang semakin meningkat banyak dari mereka yang menyalah gunakan sumber daya alam di bumi ini untuk kepentingan mereka sendiri dengan melakukan beberapa kegiatan yang merusak lingkungan Sumberdaya Alam seperti membakar hutan, menebang hutan secara liar, dll. Banyak lagi kerusakan pada Sumberdaya Alam yang diakibakan oleh alam sendiri atau manusia , berikut sedikit contoh kerusakan yang terjadi di kalimantan selatan :

1.      Kerusakan hutan
Berdasarkan laporan dari balai konservasi hutan kalimantan selatan terdapat 25% dari luas hutan di kamantan selatan mengalami kerusakan, semuanya diakibatkan oleh masyarakat ataupun perusahaan yang secara sengaja melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan baik lahan pertanian, perikanan, perkebunan bahkan peternakan. Perkebutan kelapa sawit menduduki urutan pertama sebagai penyebab kerusakan hutan di kalimantan selatan. Saat ini perkebunan kelapa sawit sudah memasuki di beberapa daerah seperti Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, Kabupatin Tapi, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Foto pembarakan hutan untuk membuka lahan perkebunan sawit


2.      Kerusakan Laut dan Pantai
Kondisi memprihatinkan terjadi di kawasan pesisir Kalimantan Selatan. Laju degradasi lingkungan pesisir telah berlangsung relatif cepat dan dirasakan dampaknya antara lain tergusurnya permukiman, kebun dan tambak serta kerusakan bahu jalan propinsi antar kabupaten oleh abrasi pantai yang meliputi hampir seluruh wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Fakta hasil penelitian terdahulu (Iriadenta, 2001, Arifin, dkk. 2006) menunjukkan bahwa kerusakan vegetasi pesisir khususnya mangrove yang paling parah umumnya ditemukan di sekitar muara sungai pesisir Kalimantan Selatan.
Seluas 530 dari 13.330 hektare terumbu karang di pesisir laut kalimantan selatan rusak paah akibat sedimentasi dan pencurian tongkang batu bara di laut. Kepala Bidang Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan Rahmadi Kurdi di Banjarmasin , Senin (30/11), mengatakan dari penelitian yang mereka lakukan bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan, menemukan ratusan hektare terumbu karang mati  akibat tertutup dengan batu bara. “Kawasan terumbu karang Bunati kini kondisinya semakin memprihatinkan, karena banyak yang mati akibat sedementasi dan tertutup batu bara,” Katanya. Selain di Buati , sebagian besar terumbu karang yang berada di pesisir laut Batulicin dan Tanah Laut juga sangat memprihatinkan, banyak yang rusak dan mati. Hal tersebut terjadi akibat sedemintasi atau penumpukan pasir yang dibawa oleh arus sungai yang masuk ke laut.


Foto kondisi terumbu karang di kalimantan selatan

3.      Kerusakan Flora dan Fauna
Kondisi Flora dan Fauna di Kalimantan Selatan jumlahnya semakin sedikit, hal ini disebabkan oleh aktivitas ekploitasi manusia terhadap flora dan fauna serta pembukaan lahan pertanian dan perkebunan sawit di Kalmantan Selatanyang mengancam keselamatan berbagai macam jenis flora dan fauna yang ada di Kalimantan Selatan. Dibawah ini adalah daftar nama flora dan fauna di Kalimantan Selatan  jumlahnya sudah semakin sedikit.
a.       Bekantan
b.      Kera abu-abu
c.       Elang
d.      Beruang Madu
e.       Binjangan Pelaihari
f.       Owa-owa
g.      Elang Raja Udang
h.      Cabakak
i.        Rusa Sambar
j.        Anggrek
k.      Mangga Kasturi

Foto mangga kasturi

4.      Kerusakan Pertambangan
Kalimantan selatan adalah salah satu provinsi yang kaya dengan sumber daya alam berupa tambang, akan tetapi kekayaan alam tersebut sering dimanfaatkan sebagian kecil orang untuk memperkaya diri dengan membuka lahan pertambangan baik secara legal ataupun ilegal. Saat ini banyak terdapat perusahaan pertambangan di Kalimantan selatan dari skala besar, menengah hingga kecil. Dampak yang ditimbulkan oleh aktifitas pertambangan antara lain terjadinya banjir kiriman diberapa daerah di kalimantan selatan terutama untuk wilayah dengan topografi rendah seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten ini adalah salah satu dari bebarapa kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan yang paling sering menerima banjir kiriman dari daerah hulu sungai tepatnya di Kabupaten Tabalong. Dampak banjir sangat berpengaruh besar terhapap kondisi sosial dan ekonomi warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Banjir dapat menyebabkan para petani gagal panen dan menderita kerugian secara material, selain itu juga banjir berpengaruh terhadap pendidikan dan kesehatan warganya.


Kondisi hutan akibat pertambangan batu bara


2.4  Pemanfaatan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam diKalimantan Selatan
a)      Pemanfaatan dan pengelolaan hutan di kalimantan selatan
sampai tahun 2013, beberapa model pengelolaan hutan di Kalimantan Selatan adalah sebagai berikut:
1.   Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) Pengelolaan hutan produksi di Kalimantan Selatan sebagian besar dilaksanakan oleh pemegang izin dalam bentuk Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). IUPHHK untuk Hutan Alam seluruhnya sebanyak 5 unit seluas 246.934 ha, dimana 3 unit seluas 106.414 ha terletak di Kabupaten Tabalong, 1 unit seluas 99.570 ha di Kabupaten Tanah Bumbu dan 1 unit seluas 40.950 ha terletak di Kabupaten Kotabaru.
2.   Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) IUPHHK Hutan Tanaman seluruhnya berjumlah 14 unit seluas 512.660 ha, dengan rincian 1 unit di Kabupaten Tanah Laut, 2 unit masing-masing di Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu dan Kotabaru, 4 unit di Kabupaten Tabalong dan 3 unit lintas Kabupaten.
3.   Hutan Tanam Rakyat di Provinsi Kalimantan Selatan sudah dicanangkan seluas 29.578 hektare.

b)   Prinsip-Prinsip Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu

1.  Integrasi Perencanaan Sektor Secara Horisontal
Integrasi perencanaan horisontal, mengintegrasikan perencanaan dari Sektor Pertanian dan Konservasi yang berada di DAS hulu, Sektor Perikanan baik budidaya tambak udang dan ikan maupun perikanan tangkap, Pariwisata alam dan bahari, Perhubungan Laut, Industri Maritim, Pertambangan Lepas Pantai, Konservasi Laut,  dan Pengembangan Kota.
2. Integrasi Perencanaan Secara Vertikal
Integrasi Perencanaan Vertikal meliputi integrasi kebijakan operasional dan perencanaan mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kodya, Propinsi, sampai Nasional.
3. Integrasi antara ekosistem terestrial dengan marine.
Perencanaan pengelolaan wilayah pesisir terpadu, menggunakan pendekatan batas-batas ekologis, dengan menempatkan Daerah Aliran Sungai sebagai basis perencanaan. Sehingga dampak dari kegiatan pertanian dan industri serta pembangunan perkotaan di DAS hulu perlu diperhitungkan.
4. Integrasi antara Sains dan Manajemen
Perencanaan pengelolaan wilayah pesisir terpadu, perlu didasarkan pada input sain yang memberikan berbagai alternative rekomendasi bagi pengambilan keputusan yang relevan sesuai dengan kondisi karakteristik yang sosial-ekonomi budaya dan biogeofisik lingkungannya.
5. Integrasi antara negara
Pada wilayah pesisir di perbatasan antar negara perlu di integrasikan kebijakan masing-masing negara, seperti di Selat Malaka.

c)         Pemanfatan dan pengelolaan flora dan fauna di kalimantan selatan
Usaha yang telah dilakukan pemerintah kalimantan slatan untuk menjaga dan melestarikan flora dan fauna di Kalimantan Selatan adalah dengan membuat hutan konservasi yang terbagi menjadi dua yaitu kawasan hutan suaka alam ( KSA) dan kawasan hutan pelestarian alam (KPA). Salah satu pelestarian flora dan fauna yang ada di kalimantan selatan adalah cagar alam pulau kaget di provinsi kalimantan selatan yang bertujuan melindungi dan melestarikan bekantan.

d)     Pemanfaatan dan pengelolaan pertambangan di Kalimantan Selatan
Kalimantan selatan banyak memiliki sumber daya alam berupa tambang, yang paling terkenal di kalimantan selatan adalah pertambangan intan dan batu bara. Intan dimanfaatakan masyarakat sebagai perhiasan dengan nilai ekonomis yang sangat tinggi kemudian batu bara dimanfaatkan sebagai bahan baku energi untuk pembangkit listrik. Tetapi ketersedian bahan tambang sekarang mulai sedikit akibat eksploitasi secara terus menerus baik oleh perusahaan ataupun masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana pengelolaan pertambangan dengan sebaik-bainya agar tidak cepat habis.

Upaya yang dapat dilakukan
1.      Pencabutan izin tambang iligal
2.      Membuat peraturan tentang pertambangan
3.      Memberi sanksi yang tegas bagi pelaku tambang yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan
4.      Tidak memberi izin baru untuk perusahaan pertambangan yang ingin berinvestasi di daerah terutama untuk Kalimantan Selatan
5.      Melakukan razia rutin terhadap pelaku pertambangan
BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Di Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah, oleh karena itu sumber daya alam haruslah digunakan dengan sangat bijak apabila tidak digunakan secara baik dan benar sumber daya alam itu akan habis, selain itu pemanfaatan dan pengelolaannya harus tepat agar tidak terjadi atau menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar